Pengen Rasain, Rasanya Jadi Raja&Ratu Sehari.! Simak Yuk, Pernikahan Adat Jawa!!!

TAU GAK...
Untuk berfoto dengan wanita yang kita idam-idamkan di pelamina itu tidak mudah, perlu perjuangan keras karena kita tahu itu tidak murah.! Di dalam pembahasan kali ini artikel ini berisi tentang tata cara yang mengunakan pernikahan memakai adat jawa.
Pernikahan adalah hal sakral yang di lakukan mengunakan berbagai jnis adat dan berbeda-beda cara untuk melangsungkannya, dengan tujuan yang sama menyatukan dua insan untuk hidup bersama sebagai keluarga.Pernikahan setiap agama juga berbeda-beda dengan cara yang di yakininya masing-masing.


Jika kamu tinggal di Jawa, tentu familiar dengan janur kuning melengkung yang berada di depan rumah si wanita. Janur ini bermakna seperti papan reklame, semacam siaran untuk memberitahu masyarakat luas kalau ada pesta acara pernikahan.
Tata cara prosesi pernikahan adat jawa yang sebenarnya dapat berlangsung lebih dari satu hari. Bahkan, pada zaman dahulu pesta acara pernikahan bisa sampai 7 hari karena adanya pertunjukan wayang.
Nah, kali ini kita akan membahas dulu tata cara prosesi pernikahan adat jawa. Siapa tahu keluarga calon pasangan kamu termasuk yang memegang teguh adat istiadat.

Yuk langsung aja simak pembahasan pernikahan dalam adat jawa itu seperti apa.



TAHAP 1 (PROSESI PEMBICARAAN)

A. CONGKOG
Seorang perwakilan diutus untuk menanyakan dan mencari informasi tentang kondisi dan situasi calon besan yang putrinya akan dilamar, bertugas menanyakan apakah wanita yang akan di lamar masih sendri apa sudah ada pihak yang mengikat.

B. SALAR
Jawaban pada acara Congkog akan ditanyakan pada acara Salar yang diselenggarakan oleh seorang wali, baik oleh wali yang pertama atau orang lain.

C. NONTONI
Setelah lampu hijau diberikan oleh calon besan kepada calon mempelai pria, maka orang tua, keluarga besar beserta calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk saling “dipertontonkan”.

D. NGLAMAR
Utusan dari orang tua calon mempelai pria datang melamar pada hari yang sudah disepakati. Biasanya sekaligus menentukan waktu hari pernikahan dan kapan dilaksanakan rangkaian upacara pernikahan.


TAHAP 2 (PROSESI KESAKSIAN)

Setelah melalui prosesi pembicaraan, selanjutnya dilaksanakanlah peneguhan pembicaraan yang disaksikan pihak ketiga.

A. SRAH-SRAHAN
Penyerahan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan penyelenggaraan acara sampai acara selesai dengan barang-barang yang masing-masing mempunyai arti dan makna mendalam diluar dari materinya sendiri, yakni berupa cincin, seperangkat pakaian wanita, perhiasan, makanan tradisional, daun sirih , buah-buahan dan uang.


TAHAP 3 (PROSESI SIAGA)

Pembentukan panitia dan pelaksana kegiatan yang melibatkan para sesepuh atau sanak saudara.

A. SEDHAHAN
Mencakup pembuatan sampai pembagian surat undangan pernikahan.

B. KUMBAKARNAN
Pertemuan untuk membentuk panitia pesta pernikahan dengan mengundang sanak saudara, keluarga, tetangga dan kenalan. Termasuk membicarakan rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksananya.

C. JENGGOLAN ATAU JONGGOLAN
Calon pengantin melapor ke KUA. Tata cara ini sering disebut tandhakanatau tandhan, yang mempunyai arti memberitahu dan melaporkan kepada pihak kantor pencatatan sipil bahwa akan ada hajatan pernikahan yang dilanjutkan dengan pembekalan pernikahan.


TAHAP 4 (PROSESI UPACARA)

A. PASANG TRATAG DAN TARUB
Tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu kepada masyarakat. Tarubberarti hiasan dari janur kuning atau daun kelapa muda yang disuwir-suwir (disobek-sobek) dan dipasang di sisi tratagdan ditempelkan pada pintu gerbang tempat resepsi acara agar terlihat meriah.

B. KEMBAR MAYANG
Sering disebut Sekar Kalpataru Dewandaru, sebagai lambang kebahagiaan dan keselamatan. Benda ini biasa menghiasi panti atau asasana wiwarayang dipakai dalam acara panebusing kembar mayangdan upacara adat panggih.

C. PASANG TUWUHAN (PASREN)
Tuwuhan atau tumbuh-tumbuhan sebagai lambang isi alam semesta dan mempunyai arti tersendiri dalam budaya jawa dipasang di pintu masuk tempat duduk pengantin atau tempat pernikahan.

D. SIRAMAN
Upacara Siraman mengandung makna memandikan calon mempelai yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin.

E. ADOL DHAWET (JUAL DAWET)
Setelah acara siraman, dilaksanakan acara jual dawet. Penjualnya adalah ibu calon mempelai wanita yang dipayungi oleh ayah calon mempelai wanita. Pembelinya yaitu para tamu yang hadir, yang menggunakan pecahan genting sebagai uang.

F. PAES
Upacara menghilangkan rambut halus yang tumbuh di sekitar dahi agar tampak bersih dan wajah calon pengantin bercahaya, lalu merias wajahnya.

G. MIDODARENI
Upacara adat Midodaren berarti menjadikan sang mempelai wanita secantik Dewi Widodari. Orang tua mempelai wanita akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab sang suami.

H. SELAMETAN
Berdoa bersama untuk memohon berkah keselamatan menyongsong pelaksanaan ijab kabul atau akad nikah.

I. NYANTRI ATAU NYATRIK
Upacara penyerahan dan penerimaan dengan ditandai datangnya calon mempelai pria berserta pengiringnya. Dalam prosesi acara pernikahan ini calon mempelai pria mohon diijabkan, atau jika acara ijab diadakan besok, kesempatan ini dimanfaatkan sebagai pertemuan perkenalan dengan sanak saudara terdekat.


TAHAP 5 (PROSESI PUNCAK DARI RANGKAIAN UPACARA DAN MERUPAKAN INTI RESEPSI)

A. UPACARA IJAB QOBUL
Sebagai prosesi pertama pada puncak resepsi ini adalah pelaksanaan ijab qobul yang melibatkan pihak penghulu dari KUA. Setelah acara ini berjalan dengan lancar dan sah, maka kedua pengantin telah resmi menjadi sepasang suami istri.

B. UPACARA PANGGIH
Setelah upacara ijab qobul selesai, selanjutnya dilanjutkan dengan upacara panggih

C. UPACARA BABAK KAWAH
Upacara ini khusus untuk keluarga yang baru pertama kali hajatan mantu putri sulung. Ditandai dengan membagi harta benda seperti uang receh, umbi-umbian, beras kuning dan lainnya.

D. TUMPLEK PUNJEN
Numplak artinya menumpahkan, punjen artinya berbeda beban di atas bahu. Makna dari Tumplek Punjen yakni telah lepas semua darma orang tua kepada anak. Tata cara ini dilakukan bagi orang yang tidak akan bermenantu lagi atau semua anaknya telah menikah

E. SUNGKEMAN
Sebagai ungkapan bakti kepada orang tua serta memohon doa restu. F. KIRAB Istilah yang digunakan untuk menggambarkan saat pengantin berdua meninggalkan tempat duduknya untuk berganti pakaian.

Demikian tata cara pernikahan adat jawa, apakah ada minat melakukan pernikahan dengan tata cara pernikahan adat jawa. Bakal serasa jadi Raja&Ratu satu hari .!!!

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengen Rasain, Rasanya Jadi Raja&Ratu Sehari.! Simak Yuk, Pernikahan Adat Jawa!!!"